Rapat Kerja dan Pelantikan Pengurus Gerakan Anti Narkoba Kesehatan 2014/2015

Gank4Gerakan Anti Narkoba Kesehatan (GANK) Poltekkes merupakan binaan BNNP Sulawesi Selatan yang terbentuk sejak tahun 2012. Berbagai kegiatan anti narkoba yang telah dilaksanakan dengan memberdayakan GANK pada 8 Jurusan pada Poltekkes Kemenkes Makassar, yaitu GANK Kesehatan Lingkungan, GANK Keperawatan, GANK Kebidanan, GANK Analis Kesehatan, GANK Farmasi, GANK Gizi, GANK Fisioterapi dan GANK Perawat Gigi. GANK Poltekkes secara berkesinambungan melakukan pengembangan jejaring anti narkoba pada 8 jurusan di lingkungan Kampus Poltekkes Kemenkes Makassar.
Pada tanggal 27 Mei 2014, GANK Poltekkes Kemenkes Makassar melaksanakan “Rapat Kerja dan Pelantikan Pengurus GANK Periode 2014/2014”. Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus GANK dari 8 Jurusan lingkup Poltekkes Kemenkes Makassar yang didampingi oleh Pembina GANK Poltekkes Kemenkes Makassar (Zaenab dan Nurul).

Baca lebih lanjut

By Zaenab, SKM, M.Kes Posted in kegiatan

Klinik Sanitasi di Sulsel, Bagaimana Riwayatmu ?

Sebetulnya program Klinik Sanitasi sudah mulai diperkenalkan dan dilaksanakan sejak tahun 2003. Namun dibanyak tempat program ini seperti jalan di tempat, tanpa tanda-tanda kehidupan, dengan segudang permasalahan dan alasan. Jikapun ada, dibanyak tempat, kegiatan klinik sanitasi seperti bergerak tanpa esensi, dan sebatas sekedar gerakan diatas kertas.  Di Sulawesi Selatan, klinik sanitasi bagaimana riwayatnya ? Untuk mengingatkan kita bersama, berikut disarikan beberapa hal terkait dengan program klinik sanitasi. Sumber acuan menggunakan, Pedoman Pelaksanaan Klinik Sanitasi untuk Puskesmas, dan Standar Prosedur Operasional Klinik SanitasiDepkes RI tahun 2003.
Penyakit berbasis lingkungan masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini tercermin dari tingginya angka kejadian dan kunjungan penderita beberapa penyakit ke sarana kesehatan. Penyakit tersebut meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), tuberkulosis paru, diare, malaria, Demam Berdarah Dengue (DBD), keracunan makanan, kecacingan, serta gangguan kesehatan akibat keracunan bahan kimia dan pestisida.
Baca lebih lanjut

Pengumuman Pengambilan STR Profesi Sanitarian

Diumumkan kepada seluruh profesi sanitarian di Sulsel yang pernah registrasi STR profesi sanitarian dan dinyatakan tidak bermasalah berkasnya, supaya mengambil Surat Tanda Registrasi (STR) di Sekretariat HAKLI Sulawesi Selatan, Kampus Poltekkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan Jl.Wijaya Kusuma Raya I No.2 Makassar pada jam kantor. Biaya administrasi sebesar Rp.20.000.

Innna Lillahi Wainna Ilaihi Rajiun

Pada tanggal 7 Oktober 2012 jam 09.30 WITA, telah berpulang ke Rahmatullah M.Hasbi Karim, SKM, MPH (Ketua Jurusan Kesling Poltekkes Makassar). Semoga amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT, amiin….

By Zaenab, SKM, M.Kes Posted in cerita

Sanitasi yang buruk menimbulkan kerugian ekonomi yang besar

Buruknya sanitasi lingkungan masyarakat berdampak buruk terhadap kematian anak dan balita. Menurut studi Bank Dunia tahun 2007, 19 persen kasus kematian anak di bawah usia 3 tahun (100.000 kematian anak balita) setiap tahun akibat diare. Secara umum, setiap tahun rata-rata 100.000 anak meninggal dunia karena diare di Indonesia. 273 balita(perhari), 11 nyawa balita [perjam]. Di dunia, diare adalah pembunuh balita tertinggi. Kematian balita akibat diare di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua setelah malnutrisi. Bahkan kematian anak akibat malnutrisi juga tidak lepas dari serangan diare. Berdasarkan profil kesehatan Sulsel tahun 2011, sebanyak 25,2% anak meninggal karena diare. Hal ini menandakan bahwa kondisi sanitasi lingkungan di Sulsel masih rendah.

Baca lebih lanjut

Laporan Hasil Kegiatan Sosialisasi dan Promosi Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Makassa Tahun 2012

Peningkatan upaya kesehatan lingkungan merupakan faktor yang sangat dominant dalam menunjang dan tercapainya tujuan pembangunan kesehatan, dimana program ini bertujuan untuk mencapai mutu lingkungan yang dapat menjamin kesehatan masyarakat yang optimal serta untuk mewujudkan keikutsertaan dan kesedaran dari masyarakat dan sektor pemerintah yang berkaitan dengan tanggung jawab upaya peningkatan dan pelestarian kesehatan lingkungan. Dimasa mendatang masalah yang dihadapi akan bertambah besar dan rumit karena ancaman terhadap kesehatan lingkungan akan bergeser dari usaha sanitasi dasar yang umumnya dihadapi dewasa ini kearah pencemaran/penurunan kualitas lingkungan dari tekanan pembangunan, dengan menyadari masalah yang akan dihadapi dapat direncanakan dan dipersiapkan segenap potensi untuk mencegah dan menanggulanginya. Masalah kesehatan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari masalah lingkungan hidup yang dewasa ini merupakan suatu masalah yang menonjol dan merupakan masalah yang menarik perhatian banyak pihak. Dari berbagai dasar pemikiran tersebut dalam pengelolaan kesehatan lingkungan diperlukan jenis tenaga ahli kesehatan lingkungan yang professional. LPJ sosialisasi & Promosi dan Foto sosialisasi & Promosi-

Seminar Nasional “Antisipasi Global Warming & Vector Bone Disease”

Topik Seminar :

  1. Ancaman Global Zoonotik Disease dari perspektif Surveilans Epidemiologi
  2. Pemanasan Global

Pembicara :

  1. Dr. Hari Santoso, SKM, M.Epid (Kasubdit Surveilans dan Respon KLB Ditjen P2PL Kementerian Kesehatan RI)
  2. Dr. Budi haryanto, SKM, MKM, M.Sc (Pusat Penelitian Perubahan Iklim UI.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan :

  • Hari/ Tanggal  : Sabtu, 28 April 2012
  • Jam : 08.00 WITA – selesai
  • Tempat : Gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Makassar Jl. Bendungan S. Bili-Bili Makassar

Syarat Pendaftaran :

  • Umum : Rp. 75.000
  • Anggota HAKLI dengan STR : Rp. 50.000
  • Mahasiswa : Rp. 25.000

Sekretariat :
Poltekkes Makassar, Jurusan Kesehatan Lingkungan
Jl. Wijaya Kusuma I/ 2 Makassar Telp. (0411) 853497

Pelantikan Pengurus HMJ-KL 2012

Selasa,27 Februari 2012, dilaksanakan pelantikan pengurus HMJ-KL priode 2012 oleh Sekretaris jurusan Bapak H.Hamsir Ahmad SKM,M.Kes.
Susunan Pengurus HMJ-KL priode 2012 sbb:
Ketua: Andi Ardiansyah Nur
Ketua I : Rijaluddin
Ketua II ; Muh.Ilham
Sekretaris: Vini widyaningsih
Bendahara : Andi Nugrayanti.
Acara pelantikan dihadiri oleh Doesen Poltekkes Makassar.

Peran “Sanitarian” untuk mencegah penyakit di Musim hujan

Bulan Desember s/d Pebruari merupakan musim hujan di Sulsel khususnya Kota makassar. Pada musim hujan biasanya masyarakat menengah ke bawah berisiko untuk terjadinya penyakit. Oleh karena itu perlu ada upaya untuk mengantisipasi penyakit yang biasa muncul pada musim hujan. Beberapa penyakit yang perlu diwaspadai selama musim penghujan adalah penyakit akibat virus seperti influenza, diare,  penyakit akibat bakteri dan parasit, terutama pada daerah yang airnya meluap sehingga bakteri dan parasit dari septic tank dan kotoran hewan terangkat dan hanyut kemudian mengkontaminasi air, bahan pangan, atau menginfeksi langsung manusia, seperti  diare, disentri, kecacingan, leptospirosis; penyakit akibat jamur terutama akibat kelembaban pada pakaian; penyakit tidak menular seperti asma, rhinitis, perburukan penyakit kronik; dan penyakit demam berdarah, karena meningkatnya tempat perindukan nyamuk.

Baca lebih lanjut

Registrasi Sanitarian di Sulsel

Jumlah tenaga kesehatan lingkungan saat ini diperkirakan lebih dari 20 ribu orang yang melakukan pengabdian diseluruh wilayah NKRI. Sayangnya sampai sekarang HAKLI belum pernah melakukan registrasi secara tuntas, sehingga jumlahnya yang pasti belum diperoleh. Variasi keahlian antara yang satu dengan yanglainnya cukup besar. Menyadari hal ini, harus dilakukan upaya agar tenaga kesehatan lingkungan/ sanitarian berkualitas dan dapat bersaing dengan tenaga kesehatan lingkungan luar negeri. Upaya ini bisa dilakukan melalui proses penyadaran akan pentingnya kualitas dalam bekerja (jasa) secara profesional.
Baca lebih lanjut

Save Water Mosque

Oleh : Muh. Hasbi Karim,B.Sc.,SKM.,MPH (EH) (Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kementerian Kesehatan Makassar)
Air sebagai unsur utama dalam kehidupan sudah tak terbantahkan lagi baik sebagai kebutuhan dasar maupun untuk berbagai kebutuhan kebutuhan tambahan lainnya. Secara ril ternyata sekitar 66 % tubuh manusia terdiri dari air dan manusia pun tak akan dapat bertahan untuk hidup karena mengalami dehidrasi tanpa meminum air dalam jumlah yang cukup. Di kehidupan sehari – hari air kita butuhkan pada setiap aspek kehidupan kita melalui dari memasak sampai membersihkan dan mencuci. Dalam dunia ilmiah air diketahui sebagai pelarut terbaik bagi bahan kimia untuk keperluan berbagai penelitian di laboratorium. Masih banyak lagi  manfaat lain dari air, namun kajian dalam tulisan ini diutamakan pada aspek upaya pemanfaatan air secara bijak untuk menjaga ketersediaannya dan juga sebagai upaya penghematan.

Baca lebih lanjut