Sistem Penanganan Sampah di Site Benowo Surabaya

1. Open dumpin/ semi open dumping

Pada umumnya penanganan sampah yang baik diterapkan pada sebuah tempat pembuangan akhir yaitu dengan system sanitary landfill yakni sampah yang telah masuk di TPA kemudian ditutupi tanah lempung agar tidak menimbulkan bau yang menyengat dan dilakukan setiap hari, namun pada tempat pembuangan akhir Benowo tidak menggunakan system tersebut melainkan system yang dipakai yaitu System Open Dumping atau boleh dikatakan Semi Sanitary Landfill meskipun pada TPA tersebut setiap 3 sampai 4 minggu bahkan terkadang satu tahun sekali dilakukan penimbunan tanah  lempung terhadap sampah yang telah dipadatkan. Sampah yang diangkut oleh truk yang masuk di lokasi TPA kemudian melewati jembatan timbang guna untuk penimbang sampah yang dihasilkan kota Surabaya setiap tahunnya. Truk yang berisi sampah yang telah ditimbang kemudian di buang ditempat pendumpingan sampah sesuai zona yang telah ditenrukan (lihat table di atas). Dilokasi pendumpingan sampah terdapat traktor yang bertugas untuk menarik dan memadatkan sampah, Sampah yang telah menggunung setinggi 7 meter selama setahun kemudian dipadatkan dengan traktor sehingga tinggi sampah tersebut mencapai 1,5 – 2 meter. Dari informasi pihak pengelola bahwa dalam setahun sampah mengalami penyusutan hingga 50 sampai 60 cm pada masing-masing zona.

Pada TPA Site benowo juga dilakukan pemberian cairan berupa EM 4, EM6 dan obat anti lalat pada sore hari dengan tujuan untuk mengusir dan membasmi lalat dengan takaran 2500 liter / hari.

2. Proses Pengolahan Lindi

Selain penanganan sampah padat yang ditampung pada TPA benowo yang semakin hari semakin bertambah juga pihak pengelola harus memikirkan limbah cair yang dihasilkan sampah itu sendiri yakni berupa limbah cair atau sering disebut lindi. Limbah cair tersebut sangat berbau dan juga apabila tidak ditangani secara baik maka akan menimbulkan pencemaran baik pada tanah maupun air yang ada disekitar TPA tersebut, oleh karena itu pihak pengelola merancang sebuah pengolahan untuk menangani lindi yang dihasilkan oleh sampah pada TPA tersebut, sehingga lindi yang dihasilkan di olah terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air  dengan cara dibuatkan drainase atau parit disekitar timbunan sampah. Untuk pengaliran air lindi menggunakan kemiringan antara 1 – 2 % air lindi ini akan dikumpulkan dalam satu waduk atau bak tekhnisi. Pada dasar dan pinggiran bak penampungan lindi terdapat plastic yang berguna untuk menghindari terjadinya pencemaran air permukaan pada waduk, sedangkan untuk penanganan gas-gas methan dibuatkan cerobong atau lubang ± 25 – 30 m.

3. Pengomposan

Pada TPA Benowo selain harus memikirkan untuk menata konsep menuju system sanitary landfill di TPA Benowo kedepan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga harus terus mematangkan dan menyosialisasikan konsep pengelolaan sampah mandiri, yakni pengelolaan sampah yang berawal di sumber sampah. Sampah dipilah menjadi sampah kering dan basah, untuk sampah kering didaur ulang dan sampah basah diolah menjadi kompos yang dimana pada TPA tersebut sudah terdapat sub Unit untuk menangani sampah yang akan dibuat kompos.

Pengaruh Terhadap Lingkungan

Kita ketahui bahwa sampah dapat memberi konstribusi pencemaran yang cukup besar terhadap lingkungan apalagi jika tidak di kelola dengan baik. Pada TPA Site Benowo dengan menggunakan system Open Dumping atau bisa dikatakan Semi Open Dumping maka akan menimbulkan bau yang kurang sedap dan secara tidak langsung akan mengakibatkan pencemaran terhadap lingkungan, misalnya air limbah (lindi) yang dihasilkan oleh sampah secara tidak langsung akan merembes dan mencemari tambak yang ada di sekitar TPA. Selain hal tersebut di atas Sampah yang berserakan di jalan dapat menghambat saluran air yang ada pada TPA tersebut yang akhirnya membuat air terkurung dan tidak bergerak, menjadi tempat berkubang bagi nyamuk penyebab malaria. Sampah yang menyumbat saluran air atau got dapat menyebabkan banjir.

Pengaruh Terhadap Kesehatan

Sekitar 1200 orang pemulung yang bermukim di sekitar TPA Site Benowo telah mengabdikan dirinya untuk mengais dan mencari nafkah dari sampah – sampah yang berada di TPA tersebut untuk mempertahankan hidupnya. Dari hasil pengamatan, kita melihat bahwa para pemulung tersebut makan dan minum di atas tumpukan sampah, bahkan ada beberapa yang menjajakkan / menjual makanan dan minuman di lokasi TPA tersebut, namun Tanpa mereka sadari bahwa dirinya telah terpapar oleh senyawa – senyawa organic yang telah terurai dari sampah – sampah tersebut serta dapat mengakibatkan gangguan genetika dan reproduksi dari sampah – sampah radioaktif yang terdapat di tumpukan sampah tersebut. Selain itu kita ketahui banwa tumpukan sampah merupakan tempat perkembangbiakan vector-vector penybawa penyakit. Lalat dapat menjadi pembawa utama dari kuman bakteri yang menyebabkan diare karena mudah hinggap di makanan atau peralatan makan. Tikus diketahui dapat membawa penyakit seperti tipus, leptosprirosis, salmonellosis, pes dan lain-lain. Sedangkan serangga (lalat, kecoa, lipas, kutu, dan lain-lain) dapat membawa berbagai bakteri yang menyebabkan penyakit disentri dan diare. Nyamuk akan beranak-pinak di air yang tidak bergerak di sekitar sampah yang tercecer dan dapat menyebabkan malaria bahkan demam berdarah.

About these ads

6 Tanggapan

  1. Saya masyarakat Surabaya Pak. Trimakasih atas tulisan yang bapak tulis ini. Nanti saya akan ceritakan apa yang saya baca ini pada teman2 saya yang banyak jadi pemulung.

    • Maaf aq ibu…tulisan yg ada di blog sy merupakan hasil kunjungan kami bersama mahaswa pd prak lapang tahun 2009 mksi sudah masuk ke blok kami.

  2. walaupun banyak sekali pemulung mengais diantara sampah toh yg.diambil yg.diperlukan saja itu sekitar 20 persen,sisanya dikemanakan,buka teknologitpa.blogspot.com suatu inovasi pemusnah sampah termasuk baupun sirna.juga tdk perlu menghitung berapa banyaknya sampah pasti teratasi.

    • mksi infox,info yg dimuat dlm Blog ini merupakan informasi dr hasil kunjungan yg dilksanakan dlm keg PJKL Mhsw Poltekkes jurusan kesling….mg semuax bermanfaat

  3. Info Yang Menarik …. Saya Suka Ini …. Dan Menjadi Suatu Motivasi Untuk Orang Lain Untuk Terus Sadar Diri Terhadap Sampah ….
    Sungguh Tak Nyaman Mendengar Kata SAMPAH ini ….
    Rasax Aneh Banget Dengan Kata itu …

    Mungkin Sekarang Harta Yang Terus Meningkat Dan Sangat Pesat Adalah Sampah … Yang Memiliki Nilai Tapi Tak Ada Yang MenyadariNya.
    Warisan Yang Dapat Di nikmati Oleh Cucu Kita Nanti …

    Kami KOmunitas Mahasiswa Yang Peduli Sampah Dari Universitas Wijaya Putra Mengajak SiapaPun Untuk Join Atau Membantu Kami Untuk Mewujutkan Harapan Dan cita-cita KOta Surabaya Yang Tercinta Ini …

    AYo Gabung Di KOmunitas Ini … Kami Jamin tidak Menyita Waktu Dan Saku Saudara ….
    Contac Kami jika Ingin Kelanjutan ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: