1. Profil

Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan R.I Makassar merupakan satu kesatuan dari beberapa sekolah kesehatan Depkes yang disatukan menjadi Poltekkes.

Poltekkes Kemenkes Makassar terdiri dari 8 jurusan, yaitu :

1.  Keperawatan

2. Kesehatan Lingkungan

3. Kesehatan Gigi

4.Analis Kesehatan

5. Farmasi

6. Kebidanan

7. Gizi

8. Fisioterapi

Jurusan Kesehatan Lingkungan berlokasi di Jl. Wijaya Kusuma I No. 2 Makassar. Dahulu Jurusan Kesehatan Lingkungan merupakan sekolah kesehatan depkes yang berdiri sendiri, bernama Akademi Penilik Kesehatan, kemudian berganti nama kembali Akademi Kesehatan Lingkungan, dan kemudian bergabung menjadi satu di lingkungan Poltekkes Kesehatan Makassar dengan beberapa jurusan lain pada tahun 2001. Jurusan Kesehatan Lingkungan mempunyai Prodi D III dan Prodi D IV.

VISI dan Misi

Jurusan Kesehatan Lingkungan

- Visi

Menjadi Pusat Pengembangan Teknologi tepatguna Kesehatan lingkungan di kawasan timur Indonesia dan mewujudkan sistem yang kondusif sebagai upaya menghasilkan sanitarian yang kompeten dan kompetitif.

-Misi

  1. Menghasilkan tenaga sanitarian yang berkualits melalui tumbuh kembangnya kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sehat dan dinamis.
  2. mengupayakan terselenggaranya manajemen yang kooperatif  dan konstruktif.
  3. melaksanakan bina lingkung baik internal maupun eksternal.

28 comments on “1. Profil

  1. Bu…….
    kayaknya profilnya masih kurang dech…. terlalu simple….
    mungkin masih baru buat blognya. jadi infonya masih kurang.!!!!!!!

  2. bu, maaf sblmnya
    di artikel anda menjelaskan bahwa “Terjadinya penyakit karena makanan erat kaitannya dengan lingkungan yang digambarkan WHO sebagai diagram V, yaitu penularan penyakit melalui flay (lalat), fingers (tangan), fild (tanah), dan food (makanan).”
    tolong bisa dijelaskan mengenai diagram V itu sendiri seperti apa??
    tolong di balas secepatnya ya Bu..
    saya sangat membutuhkan jawaban ibu untuk melengkapi tugas saya, trima kasih sebelumnya..

    • Ya terjadinya penyakit karena makanan erat kaitannya dng lingkungan
      1. pemularan penyakit melalui lalat, kita ket lalat ada vektor penyakit, apabila hinggap pada makanan yang tidak tertutup maka tidak menutup kemungkinan org yg makan makan tsb bisa mengalami sakit perut, diare, dll. taukan kan lalat senangx pd t4 kotor bisa pd sampah.
      2.Tangan, org kadang tidak menyadari apabila akan makan sesuatu tangan dalam kondisi tidak bersih, atau katakan tidak mencuci tangan, sehingga itupun bisa menyebabkan org sakit setelah mengkomsumsi makanan,apalagi kalu habis BAB, tanganx ngga disabun, tau tidak bahwa ditangan terdapat berjuta-juta kuman.
      3. Tanah, hal ini erat kaitannya pd saat proses pemilihan bahan makanan. misalnya sayuran yang diperjual belikan hendaknya sebelum diolah harus dicuci dengan sempurna, ada aturanx loh.
      4. Bisa juga dari makanan itu sendiri, kenapa pada saat pengolahan yg tidak memperhatikan prinsip hygine sanitasi makanan. Penggunaan BTM yang tidak sesuai dng standart yg ada.
      itu hanya singkat penjelasanx jika diuraikan cukup puanjang…. yah baca literatur tentang hal tersebut, banyak diinternet kasus ttng makanan. buku ttg mikrobiologi lingkungan, buku ttng penyehatan makanan, dll oke mg bermanfaat sy tidak bisa menguraikan sampai detailx
      — Pada Ming, 3/5/09,

  3. Linkungan Hidup, Kerusakan Lingkungan, Pengertian, Kerusakan Lingkungan dan Pelestarian
    09 Mei 2009

    PENGERTIAN LINGKUNGAN

    Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

    Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

    Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

    LINGKUNGAN HIDUP

    Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.

    Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

    Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

    1. Unsur Hayati (Biotik)

    Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau sesama manusia.

    2. Unsur Sosial Budaya

    Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.

    3. Unsur Fisik (Abiotik)

    Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.

    KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

    Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

    1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam

    Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.

    Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

    a. Letusan gunung berapi

    Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.

    Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara

    lain berupa:

    1) Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

    2) Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.

    3) Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.

    4) Gas yang mengandung racun.

    5) Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.

    b. Gempa bumi

    Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.

    Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:

    1) Berbagai bangunan roboh.

    2) Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.

    3) Tanah longsor akibat guncangan.

    4) Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.

    5) Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).

    c. Angin topan

    Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.

    Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.

    Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:

    1) Merobohkan bangunan.

    2) Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

    3) Membahayakan penerbangan.

    4) Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

    2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia

    Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

    Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:

    a. Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

    b. Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.

    c. Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

    Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

    a. Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).

    b. Perburuan liar.

    c. Merusak hutan bakau.

    d. Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.

    e. Pembuangan sampah di sembarang tempat.

    f. Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

    g. Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

    UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

    Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja, melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitar kita sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.

    Upaya pemerintah untuk mewujudkan kehidupan adil dan makmur bagi rakyatnya tanpa harus menimbulkan kerusakan lingkungan ditindaklanjuti dengan menyusun program pembangunan berkelanjutan yang sering disebut sebagai pembangunan berwawasan lingkungan.

    Pembangunan berwawasan lingkungan adalah usaha meningkatkan kualitas manusia secara bertahap dengan memerhatikan faktor lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan dikenal dengan nama Pembangunan Berkelanjutan. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Jeniro tahun 1992. Di dalamnya terkandung 2 gagasan penting, yaitu:

    a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang hidup.

    b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasan kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa sekarang maupun masa yang akan datang.

    Adapun ciri-ciri Pembangunan Berwawasan Lingkungan adalah sebagai berikut:

    a. Menjamin pemerataan dan keadilan.

    b. Menghargai keanekaragaman hayati.

    c. Menggunakan pendekatan integratif.

    d. Menggunakan pandangan jangka panjang.

    Pada masa reformasi sekarang ini, pembangunan nasional dilaksanakan tidak lagi berdasarkan GBHN dan Propenas, tetapi berdasarkan UU No. 25 Tahun 2000, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN).

    Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional mempunyai tujuan di antaranya:

    a. Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

    b. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat.

    c. Menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan.

    1. Upaya yang Dilakukan Pemerintah

    Pemerintah sebagai penanggung jawab terhadap kesejahteraan rakyatnya memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memikirkan dan mewujudkan terbentuknya pelestarian lingkungan hidup. Hal-hal yang dilakukan pemerintah antara lain:

    a. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah.

    b. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup.

    c. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan).

    d. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan, dengan tujuan pokoknya:

    1) Menanggulangi kasus pencemaran.

    2) Mengawasi bahan berbahaya dan beracun (B3).

    3) Melakukan penilaian analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

    e. Pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon.

    2. Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah

    Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masing-masing.

    Beberapa upaya yang dapat dilakuklan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain:

    a. Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)

    Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi. Tanah longsor disebabkan karena tak ada lagi unsur yang menahan lapisan tanah pada tempatnya sehingga menimbulkan kerusakan. Jika hal tersebut dibiarkan terus berlangsung, maka bukan mustahil jika lingkungan berubah menjadi padang tandus. Upaya pelestarian tanah dapat dilakukan dengan cara menggalakkan kegiatan menanam pohon atau penghijauan kembali (reboisasi) terhadap tanah yang semula gundul. Untuk daerah perbukitan atau pegunungan yang posisi tanahnya miring perlu dibangun terasering atau sengkedan, sehingga mampu menghambat laju aliran air hujan.

    b. Pelestarian udara

    Udara merupakan unsur vital bagi kehidupan, karena setiap organisme bernapas memerlukan udara. Kalian mengetahui bahwa dalam udara terkandung beranekaragam gas, salah satunya oksigen.

    Udara yang kotor karena debu atau pun asap sisa pembakaran menyebabkan kadar oksigen berkurang. Keadaan ini sangat membahayakan bagi kelangsungan hidup setiap organisme. Maka perlu diupayakan kiat-kiat untuk menjaga kesegaran udara lingkungan agar tetap bersih, segar, dan sehat. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga agar udara tetap bersih dan sehat antara lain:

    1) Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita

    Tanaman dapat menyerap gas-gas yang membahayakan bagi manusia. Tanaman mampu memproduksi oksigen melalui proses fotosintesis. Rusaknya hutan menyebabkan jutaan tanaman lenyap sehingga produksi oksigen bagi atmosfer jauh berkurang, di samping itu tumbuhan juga mengeluarkan uap air, sehingga kelembapan udara akan tetap terjaga.

    2) Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran, baik pembakaran hutan maupun pembakaran mesin Asap yang keluar dari knalpot kendaraan dan cerobong asap merupakan penyumbang terbesar kotornya udara di perkotaan dan kawasan industri. Salah satu upaya pengurangan emisi gas berbahaya ke udara adalah dengan menggunakan bahan industri yang aman bagi lingkungan, serta pemasangan filter pada cerobong asap pabrik.

    3) Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer Gas freon yang digunakan untuk pendingin pada AC maupun kulkas serta dipergunakan di berbagai produk kosmetika, adalah gas yang dapat bersenyawa dengan gas ozon, sehingga mengakibatkan lapisan ozon menyusut. Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer yang berperan sebagai filter bagi bumi, karena mampu memantulkan kembali sinar ultraviolet ke luar angkasa yang dipancarkan oleh matahari. Sinar ultraviolet yang berlebihan akan merusakkan jaringan kulit dan menyebabkan meningkatnya suhu udara. Pemanasan global terjadi di antaranya karena makin menipisnya lapisan ozon di atmosfer.

    c. Pelestarian hutan

    Eksploitasi hutan yang terus menerus berlangsung sejak dahulu hingga kini tanpa diimbangi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Pembalakan liar yang dilakukan manusia merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kerusakan hutan. Padahal hutan merupakan penopang kelestarian kehidupan di bumi, sebab hutan bukan hanya menyediakan bahan pangan maupun bahan produksi, melainkan juga penghasil oksigen, penahan lapisan tanah, dan menyimpan cadangan air.

    Upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan hutan:

    1) Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul.

    2) Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang.

    3) Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.

    4) Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.

    5) Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar ketentuan mengenai pengelolaan hutan.

    d. Pelestarian laut dan pantai

    Seperti halnya hutan, laut juga sebagai sumber daya alam potensial. Kerusakan biota laut dan pantai banyak disebabkan karena ulah manusia. Pengambilan pasir pantai, karang di laut, pengrusakan hutan bakau, merupakan kegatan-kegiatan manusia yang mengancam kelestarian laut dan pantai. Terjadinya abrasi yang mengancam kelestarian pantai disebabkan telah hilangnya hutan bakau di sekitar pantai yang merupakan pelindung alami terhadap gempuran ombak.

    Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:

    1) Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai.

    2) Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.

    3) Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan.

    4) Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.

    e. Pelestarian flora dan fauna

    Kehidupan di bumi merupakan sistem ketergantungan antara manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Terputusnya salah satu mata rantai dari sistem tersebut akan mengakibatkan gangguan dalam kehidupan.

    Oleh karena itu, kelestarian flora dan fauna merupakan hal yang mutlak diperhatikan demi kelangsungan hidup manusia. Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kelestarian flora dan fauna di antaranya adalah:

    1) Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.

    2) Melarang kegiatan perburuan liar.

    3) Menggalakkan kegiatan penghijauan.

  4. Judul Buku: Ekotoksikologi Teknosfer
    Penulis: Prof. Dr. Ir. Sarwoko Mangkoedihardjo
    Tahun Terbit: 2010
    Harga: Rp. 62.500,-

    Bahan berbahaya dan beracun terdapat di alam sejak terbentuknya bumi. Namun makhluk hidup produsen primer (tumbuhan), konsumen (hewan dan manusia) dan pengurai (mikroba) dapat hidup di bumi bahkan tumbuh berkembang. Bahkan perkembangan manusia meningkatkan keragaman bahan berbahaya dan beracun dan meskipun ada makhluk hidup yang punah namun secara umum kehidupan terus berlanjut. Mengapa makhluk hidup dapat hidup berkelanjutan meskipun lingkungannya terdapat bahan beracun dan berbahaya?.

    Cukup banyak referensi ilmiah memberikan jawabnya melalui berbagai dasar teori dan prakteknya. Namun, buku ini memberikan jawab melalui kajian paparan kinetika zat di lingkungan dan dinamika zat dalam makhluk hidup disertai contoh kuantitatif yang langka. Dengan sengaja, indikator makhluk hidup didestruksi dengan zat berbahaya dan beracun untuk memperoleh batasan takaran zat yang tidak memberikan efek negatif bagi makhluk hidup. Metode destruksi makhluk hidup berikut interpretasi hasil uji toksisitas zat disajikan cukup memadai untuk tujuan tersebut, yang tidak mudah diperoleh dalam satu atau beberapa referensi.

    DAFTAR ISI:

    • Pendahuluan • Landasan Ekotoksikologi • Kerangka Kajian Ekotoksikologi • Kinetika Zat Dalam Ekosistem • Dinamika Zat Dalam Makhluk Hidup • Metode Uji Toksisitas Zat • Metode Analisis Hasil Uji Toksisitas • Batasan Mutu • Teknosfer Industri: Kajian Stimulan Biotoksikologi Produk Campuran Zat • Teknosfer Air Minum: Kajian Stimulan Mikrotoksikologi • Teknosfer Air Limbah: Kajian Stimulan Mesokosmos dan Fitotoksikologi • Teknosfer Sampah: Kajian Stimulan Biotoksikologi Campuran Lindi dan Kompos • Pengelolaan Ekosistem: Kajian Stimulan Ekotoksikologi Laut • Road Map Ekotoksikologi Teknosfer • Tanya Jawa

  5. saya bangga dgn almamaterku yg semakin maju…….Prodi Kesling Poltekkes Kemenkes Makassar adalah yg terbaik dalam melahirkan tenaga sanitasi di Indonesia Timur sampai saat ini……….

    • trimakasi, Itu semua berkat dukungan dr mhswa,dosen, dan semua yg terlibat dlm proses, Mg kesling ttp jaya selamax, kebersamaan, saling menghargai…dan saling mengisi….mg ttp terjaga

      ________________________________

  6. Denga segala hormat, Kpd yg bertanggung jawab atau yang mewakili.

    Berapa biaya per smester utk Analisis kesehatan dan/ atau fisioterapi???
    kapan penerimaan MABA utk 2012/2013???

    segera infonya
    ttd,
    yg ingin bergabung di POLTEKKES

    • SPP persemester 1.200.000, Insya allah penerimaan Maba mei s/d juli 2012, info selengkapx hub kantor direktorat Poltekkes

      ________________________________

  7. kira2 tgl brapa bu” pndftran.y trbka dn smpai tgl brpa pndftran.y trtutup…. untk MABA thun Ajrn 2012-2013
    terus, Bu’ brapa biaya persemester u/ jrusn DIV KEBIDANAN dan KESEHATAN MASYRAKAT????
    kemudian bisa kh Bu’ 2 jrusn d temba”” d UNIVERSITAS POLITEKKES,, alsn.y klw tdk llusn d jrusn prtma tpi msih ad jrusn kedua yg blm d lwati…

  8. ass,,,,
    Mau nanya bu…
    saya dengar Poltekkes Makassar ada Cabang di Parepare…
    kira-kira tanggal brapa pndaftarannya terbuka yg di cabangnya itu dan sampai tanggal brapa tertutup ????

    • Kabarnya kesling alhamdulillah semakin baik setelah mendapatkan ISO 2008, suatu kebanggaan ken dr semua jurusan kesling yg terpilih untuk mewakili dlm hal penilain, dan alhamdulillah kita diiuakui ntk standart internasional

  9. Ass.. Saya mahasiswa lulusan D3 Kebidanan di Kalimantan Selatan.. Saya ingin mendaftar jurusan D4 Kebidanan di POLTEKKES MAKASSAR.. Tapi sampai hari ini saya tidak mendapatkan brosur pendaftarannya.. Saya cari di internetpun tidak ada.. Mohon informasi untuk pendaftaran D4 Kebidanan.. Terimakasih…

  10. Asslmu”alaikum bu sy mao daftar lanjutan kuliah dr DIII Kesling di poltekkes makassar tp mshkesulitan sekiranya ibu bisa membantu…Makasih

    NopeQ: 081341403427 An.Sri Andriany

  11. kesehatan itu sangat penting,tapi masih saja ada yang tidak bisa mendapatkan kesehatan,karena ekonomi,ini bagaimana,bertahun tahun sudah,masih banyak yang tidak mendapatkan kesehatan,karena tidak adanya biaya.
    makasih gan

  12. Sangat bagus sekali blog ini dan semoga menjadi refrensi bagi semua snitarian. Jamban sehat ee enak .
    @poltekkes kemkes Semarang prodi kesehatan LIngkungan ,Purwokerto,Baturaden,Indonesia.

  13. Assalamu alaikum ibu..
    saya bangga menjadi tenaga sanitarian namun jga kecewa, saya mahasiswa lulusan terbaik kesling palu namun saya tidak dapat memanfaatkan ilmu saya, melamar kerja kesana kemari dan tidak ada satupun perusahaan yang membutuhkan tenaga kami, melamar kerja di Puskesmas kami hanya berada di loker… Pemerintah mengakui kesehatan lingkungan itu ada tapi kenapa kesehatan lingkungan itu tidak memiliki lowongan kerja untuk mengabdi.. Terimakasih

  14. maaf bu mau tanya apakah perawatan, gizi, serta kesehatan lingkungan biotik dapat diwakili dalam variabel perilaku kesehatan, saya sedang mengerjakan skripsi bu, dan bukan dari jurusan kesling, terima kasih

  15. maaf bu,,, saya mau tanya tentang pendaftarn D4 untuk jurusan kesehatan lingkungan kalau boleh tau pembayarannya berapa, kebetulan saya juga alummi AKL 09

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s