Kesehatan lingkungan buruk dapat menimbulkan wabah DBD

Kesehatan lingkungan sepertinya selalu dianggap sepele, sehingga berakibat fatal karena merupakan pemicu merebaknya penyakit demam berdarah yang saat ini telah menjadi kejadian luar biasa setiap tahunnya selalu meningkat. Ini artinya penanganan kesehata lingkungan belum maksimal. Kenapa…..? Menurut dr.Farid bahwa negara tetanga yang sudah tidak ada wabah demam berdarah, yaitu Malaysia dan Singapura. Keberhasilan kedua negara itu, menurutnya karena perhatian pemerintah terhadap masalah kesehatan lingkungan yang dimasukkan dalam peraturan. Salah satu aturannya berbunyi, “Barang siapa yang rumahnya terdapat jentik nyamuk, maka pemiliknya akan terkena sanksi.”

Memang diperlukan ada koordinasi antara rumah sakit, puskesmas dan dinas kesehatan setempat untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan setempat untuk menangani penyakit ini. “Bila rumah sakit menerima kasus DBD, amat perlu diinformasikan ke puskesmas dimana kasus itu berasal dan dinas kesehatan sehingga cepat dilakukan pengecekan supaya tidak meluas,”.
Hal ini belum terkoordinasi dengan baik, mungkin ke depan sebaiknya upaya preventif harus lebih ditingkatkan. Termasuk kesehatan lingkungan merupakan salah satu dari upaya preventif.

by zaenab

By Zaenab, SKM, M.Kes Posted in Pustaka

2 comments on “Kesehatan lingkungan buruk dapat menimbulkan wabah DBD

  1. Bila rumah sakit menerima kasus DBD, amat perlu diinformasikan ke puskesmas dimana kasus itu berasal dan dinas kesehatan sehingga cepat dilakukan pengecekan supaya tidak meluas,

    Saya rasa jangan ke depan kita pikirkan, gimana kalo sistem yang kusut itu sebaiknya dibenahi sejak sekarang. Mata rantai Otonomi Daerah sebaiknya dipergunakan untuk Pembangunan SIK yang lebih baik. Jangan terlalu berharap dan terlalu mengikuti keinginan dari Pusat (DEPKES), karena yang lebih tahu keadaan masyarakat bukan orang di Depkes sono.

  2. Pikiran saya sedikit terbalik dengan pikiran pak chandra, menurut saya justru harus berfikir ke depan sambil belajar dari segala kekurangan/ masalah dari belakang ( benang kusut yang pak chandra maksudkan). Sebab jika semata benang kusut yang akan diatur maka kita akan akan menganut paradigma sakit. Padahal sekarang kita menuju ke paradigma sehat, artinya jangan nanti meriksakan kesehatan jika sudah merasakan sakit, melainkan rutinlah memeriksakan kesehatan dengan teratur supaya begitu terjadi kelainan sedikit, langsung dibenahi.
    Benng kusut itu, untuk memuluskan kembali tidak semudah seperti yang ada di pikiran pak chandra, sebab ini terjadi karena perilaku manusia yang sudah lama terpola/ terbiasa. Jadi memerlukan waktu sedikit demi sedikit. Terima kasih pak chandra atas masukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s