Waspadai peggunaan bahan tambahan pangan.

Makanan dan Minuman merupakan suatu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia baik sebagai sumber energi maupun sebagai nutrisi pertumbuhan. Makanan dan minuman juga merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting dalam menunjang kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan makanan yang sehat dan bergizi, akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari pemilihan makanan yang seahat dan bergici sering diabaikan, sebab setiap orang cenderung memilih makanan atau minuman  berdasarkan kenampakan visualnya saja terutama warna. Hal ini membuat para pengolah/produsen makanan dan minuman juga mengabaikan kualitas produknya dan lebih mengutamakan penampilan untuk menarik konsumen.

Dalam pengolahan makanan dan minuman, banyak cara yang dilakukan oleh produsen untuk mendapatakan produk akhir yang menarik dengan daya simpati tinggi yaitu dengan menggunakan bahan tambahan makanan misalnya zat pewarna. Banyaknya para produsen yang menyalah gunakan zat pewarna pada makanan minuman seperti rhodamin -B  dan methanil yellow untuk mewarnai bahan pangan maka berbahaya bagi kesehatan, karena logam berat yang terdapat pada zat pewarna bersifat karsinogenik sehingga mengakibatkan kanker, alergi kulit, gangguan fungsi hati, kejang pada tenggorokan, iritasi pada saluran pernafasan, muntah, mual, diare, kerusakan ginjal dan paling fatal koma. (Wisnu cahyadi,2005).

Penyalahgunaan zat pewarna sering terjadi pada  makanan jajanan sekolah yang diperjual belikan oleh pedagang kaki lima.

Menurut Budiharja, wakil Kepala Dinas Kesehatan Jawa tengah, para penjual makanan jajanan sekolah tidak memperhatikan bahan tambahan makanan yang digunakan, mereka berorientasi keuntungan dengan memberi produk makanan dan minumannya dengan zat pewarna tekstil agar kelihatan mencolok, dan dapat menarik minat pembeli. Pernyataan tersebut diperkuat oleh hasil survei yang dilakukan Balai POM Semarang yang membuktikan bahwa dari 89 sampel jajanan yang diambil di 19 sekolah, 85 diantaranya tidak memenuhi syarat kesehatan karena mengandung pewarna tekstil, boraks, pemanis buatan, dan penyedap rasa secara berlebihan, serta bahan yang tidak hygines.

Kepala Balai POM Makassar, juga mengemukakan bahwa pihaknya telah melakukan penelitian pada sejumlah SD yang ada di Kota Makassar, dan hasilnya menunjukkan 90% jajanan tanpa label yang diperjualbelikan untuk anak sekolah menggunakan pewarna tekstil.

Hasil Uji sampel yang pernah dilakukan oleh Rajamuddin, mahasiswa Poltekkes Makassar Jurusan Kesling terhadap penjual minuman dingin yang ada di 6 (enam ) SD di Kota Makassar menunjukkan sampel minuman yang tidak bermerek mengandung rhodamin-B, dan dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap murid SDN Mattoangin 1 sebanyak 255 orang, menunjukkan bahwa murid yang mengkomsumsi minuman ringan yang mengandung rhodamin-B dalam satu hari sebanyak 63 orang (24,71%), walupun hasil ini masih menunjukkan jumlah murid yang mengkomsumsi minuman yang mengandung rhodamin-B jauh lebih sedikit dari yang tidak mengkomsumsi, namun tetap perlu mendapat perhatian karena rhodamin =B merupakan salah satu zat yang dapat menyebabkan kanker sehingga sedikit banyaknya murid yang mengkomsumsi minuman tersebut akan tetap berakibat buruk terhadap kesehatan.

Hal tersebut hanya merupakan salah satu contoh kasus penggunaan Bahan Tambahan Makanan pada minuman ringan yang diperdagangkan di sekolah- sekolah, jangan menutup mata masih banyak kasus lain yang menyalah gunakan penggunaan BTM, olehnya perlu mewaspadai .

Penggunaan bahan tambahan makanan diatur dalam Permenkes RI No: 722/Menkes/Per/IX/88, terdiri dari golongan BTP yang diizinkan digolongkan menjadi sebelas golongan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s