Kelompok II PSLKI (syamsul)

Pagi yang cerah tepatnya pada tanggal 8 Januari2009 mahasiswa politeknik kesehatan makassar jurusan kesehatan lingkukngan angkatan 06 melakukan kunjungan pada industri gerabah yang ada di Kab.Takalar, mobil melaju dengan tenang namun semua mahasiswa saling bersenda gurau demi menghilangklan kejenuhan dalm kunjungan ini kami didampingi dosen pembimbing yang mengerti dengan keadaan mahasiswa dan ikut bersenda gurau ini merupakan hubungan dosen dengan mahasiswa begitu dekat saling bercanda dan semua mahasiswa antusias dalam melakukan kunjungan karena ini merupakan tuntutan untuk memperdalam keahlian profesi mahasiswa kesling.  Dalam perjalnan ini cuaca tidak mendukung namun ini bukanlah hal yang akan menghambat keahlian profesi kami dan kepada harmawan,agaus, muhadir, dan asawan teman saya yang paling caim, tapi tanpa kalian setiap hari hidup ini terasa hampa tanpa ada suara-kalian dalam kelas dan nanti kalau kutahu sudah selesai kita tetap mempertahankan persahabatan ini oke fren

2 comments on “Kelompok II PSLKI (syamsul)

  1. Ada kelompok mahasiswa sering ketemu SBY? Ada juga yang berjuang untuk moral dan kebenaran dengan nurani dan demo-demo damai membela kepentingan rakyat banyak. tapi janganlah tawuran dan beragendakan hal-hal kecil dan jangan mau diprovokasi ke hal-hal kecil. Kita harus kritisi pemerintah. kita harus kritisi media yang tidak jelas. Tapi kita memang banyak pekerjaan rumah. Kita harus kritisi dan kritis pula mengenai hal berikut ini. Susno Duadji, peniup peluit itu, tidak pernah mendapat penghargaan, malah diganjar hukuman penjara. Tapi Kakak Najwa, bukan peniup peluit tapi hanya mengaduk-ngaduk perasaan masyarakat dan mengompor ulung, justru diberi penghargaan. Enggak habis pikir gimana kakak wartawati ini, Najwa Shihab, yang enggak ada nyali sedikitpun, dan beraninya hanya membuat acara dari sudut sejarah saja, seperti dalam acara Mata Najwa, bukan segi-segi aktual dan signifikan untuk kepentingan rakyat Indonesia masa kini, bisa mendapat award. Tapi wajar, semua lulusan Barat enggak akan terlalu sulit memperoleh penghargaan seperti itu, sebab ikut mempromosikan kepentingan Barat, atau setidaknya diam terhadap kebergsekan, kemunafikan dan standar ganda Barat. Padahal orang-orang seperti Kakak Najwa enggak mungkin punya mata dan hati serta mengkritisi Barat, sebab dia bekerja di media pengeruk keuntungan juga, bukan media total independen atau dibiayai sebuah yayasan norlaba. Kakak Najwa juga disekolahkan gratisan tepatnya melalui beasiswa dari pemerintah pro barat, dalam hal ini pemerintah Australia. Kalau ada wartawati/wan Indonesia lulusan non-Barat, misalkan lulusan Rusia atau bahkan Korea Utara, lalu mampu mendapat penghargaan itu, baru kita akan salut. Itulah jurnalisme sejati, jurnalisme tanpa berpihak. jadi kita harus sadar hal itu, ini bukan berarti saya kekiri-kirian. Ini bukan soal kiri dan kanan, tapi soal jelas dan nyata adanya kepentingan Barat, yang menyelinap halus di bangsa ini melalui rezim-rezim sejak masa Soeharto, dan diteruskan rapi oleh SBY. Media tempat Kakak Najwa bekerja pun sangat bangga dan sangat ambil manfaat ini, untuk maksud-maksud ekspose, seperti saat membanggakan semu pada wartawati Andini Effendi yang dikirim ke Libia dan negara tetangganya, tanpa menghasilkan liputan-liputan besar, tapi hanya seolah dekat dengan mara bahaya, bom-bom berjatuhan, dan tersirat seakan dia “dekat nyaris kena bom”. Itu bukan berita. Lebih baik ambil dari kantor berita Tv-Tv Barat yang sangat rinci dan canggih dalam melihat kebenaran, dalam melihat siapa yang benar dan siapa yang jelas salah dan benar. Penguasa macam Khadafi justru diam-diam dibela oleh MetroTV, terlihat dari uraian-uraian MetroTV, hanya karena mungkin takut kurang membela umat Islam, itu sebuah blunder Metro TV. Itu semua hanya untuk gengsi-gengsian saja. Tidak ada yang bermakna, melihat kebenaran pun tidak mampu, samasekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s