Registrasi Sanitarian di Sulsel

Jumlah tenaga kesehatan lingkungan saat ini diperkirakan lebih dari 20 ribu orang yang melakukan pengabdian diseluruh wilayah NKRI. Sayangnya sampai sekarang HAKLI belum pernah melakukan registrasi secara tuntas, sehingga jumlahnya yang pasti belum diperoleh. Variasi keahlian antara yang satu dengan yanglainnya cukup besar. Menyadari hal ini, harus dilakukan upaya agar tenaga kesehatan lingkungan/ sanitarian berkualitas dan dapat bersaing dengan tenaga kesehatan lingkungan luar negeri. Upaya ini bisa dilakukan melalui proses penyadaran akan pentingnya kualitas dalam bekerja (jasa) secara profesional.
Dalam rangka mensukseskan program Pemerintah dalam registrasi Tenaga Kesehatan maka HAKLI bermaksud memberikan bantuan seoptimal mungkin kepada sanitarian (anggota HAKLI) dalam berperan sesuai profesinya terkait dengan kebijakanPemerintah dalam sertifikasi kompetensi, registrasi sanitarian dan perijinan kerja yang diperlukan.
Maksud tersebut dapat dicapai oleh komitmen dan kesiapanPengurus HAKLI di berbagai level management (PP, Pengda Provinsi dan Pengcab Kabupaten/Kota). Apa yang seyogyanya dilakukan Pengurus dalam memberikan pelayanan cepat dan tepat (saat dibutuhkan) kepada anggota HAKLI (sanitarian) yang melakukan registrasi untuk memperoleh surat ijin kerja keprofesian sanitarian. Untuk bisa memperoleh SIK Sanitarian harus resmi terdaftar atau memiliki STR, untuk memperoleh STR sanitarian harus kompeten atau memiliki Sertifikat Kompetensi. Nantinya tatanan kebijakan ini akan diberlakukan di Negeri kita ini. Pemberlakuan tatanan kebijakan ini berpengaruh langsung pada perubahan yang cukup mendasar pada profesionalisme sanitarian. Sertifikasi adalah proses pemberian Sertifikat Kompetensi kepada Sanitarian yang memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Standar Kompetensi Sanitarian.

Registrasi adalah pencatatan resmi (oleh MTKI) terhadap tenaga kesehatan yang telah memiliki sertifikat kompetensi dan telah mempunyai kualifikasi tertentu lainnya serta diakui secara hukum untuk menjalankan praktik dan/atau pekerjaan profesinya. STR didefinisikan sebagai bukti tertulis yang diberikan oleh pemerintah kepada tenaga kesehatan yang diregistrasi setelah memiliki sertifikat kompetensi (Permenkes 161/Menkes/Per/I/2010tentang Registrasi Tenaga Kesehatan). Dalam nomenklatur internasional Sanitarian yang telah memiliki Surat Tanda Registrasi disebut Registered Sanitarian (RS).
Seorang Sanitarian Indonesia apabila telah memiliki Sertifikat Kompetensi dari MTKP, bisa mengajukan permohonan kepada MTKI untuk memperoleh STR. dengan melengkapi persyaratan administrasi yang diperlukan lainnya. Untuk Sanitarian dari luarIndonesia, disamping persyaratan diatas ybs juga harus telah lulus masa adaptasi dan memiliki rekomendasi dari HAKLI (Permenkes Nomor 317/MENKES/PER/III/2010 tentang Pendayagunaan Tenaga Kesehatan Warga Negara Asing di Indonesia).

Standar Profesi Sanitarian, Standar Kompetensi Sanitarian dan instrument (soal) Uji Kompetensi bisa dirancang mengacu pada standar internasional atau standar Negara maju. Apabila ini dilakukan maka sanitarian yang lulus dan memiliki STR, akan diakui secara internasional Registered Sanitarian (RS). Orientasi standar internasional perlu dilakukan menyongsong era globalisasi mendatang.
Lisensi Sanitarian adalah proses pemberian surat ijin kerja (SIK) kepada Sanitarian. SIK Sanitarian adalah kendali yang dimiliki Pemerintah untuk menjamin mutu Sanitarian dalam memberikan jasa kepada yang membutuhkannya. Menurut PP 32 thn 1996 tentang Tenaga Kesehatan Pasal 4 Tenaga kesehatan hanya dapat melakukan upaya kesehatan setelah memiliki izin dari MenteriKesehatan Permenkes 161/Menkes/Per/I/2010 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan, mengatur tentang bagaimana memperoleh STR. (sumber : HAKLI)
Khusus untuk Sulawesi Selatan pengurusan registrasi sanitarian dilaksanakan di kampus Poltekkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan Jl. Wijaya Kusuma I No. 2 Makassar. Sampai dengan 27 Desember 2011 mencapai 1.064 orang yg terigister.

5 comments on “Registrasi Sanitarian di Sulsel

  1. STR sdh ada tapi untuk apa ya? untuk sanitarian yang sdh kerja dan tdk punya minat buka praktek suasta? yang penting juga sanitarian punya peluang buka praktek suasta dan punya surat izin praktek sep. tenaga propesinal lainnya. apalagi yang sanitarian ahli / spesialis, harap jadi peerhatian pengurus HAKLI JUGA DONG!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s